Dolar AS bergerak naik tipis terhadap sebagian besar mata uang utama pada Rabu (17/6/2026) menjelang keputusan kebijakan moneter pertama Federal Reserve di bawah kepemimpinan Ketua yang baru, Kevin Warsh.
Pertemuan ini berpotensi memicu volatilitas karena investor masih beradaptasi dengan gaya baru dalam pengambilan kebijakan dan komunikasi The Fed.
Euro melemah 0,16 persen menjadi $1,1591, sementara poundsterling turun 0,15 persen ke $1,34.
Penguatan dolar juga didorong oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut nota kesepahaman dengan Iran belum final dan ia bisa melanjutkan kampanye pengeboman jika tidak puas.
Namun, fokus utama pasar tetap pada pertemuan The Fed yang akan diumumkan nanti malam. Investor cenderung enggan mengambil posisi besar menjelang pengumuman tersebut.
The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan perdana Warsh.
Namun, pernyataan resmi, proyeksi ekonomi, dan konferensi pers akan dicermati untuk mencari sinyal apakah The Fed akan meninggalkan sikap akomodatifnya seiring meningkatnya kekhawatiran inflasi di kalangan pejabat.
"Banyak bank sentral mengadakan pertemuan bulan ini, tetapi yang satu ini mendominasi perhatian," ujar Jane Foley, kepala strategi FX di Rabobank.
