Wabah Bundibugyo pertama pada 2007 menewaskan 36 orang.
Samuel Kuule, perawat yang sampel darahnya memastikan wabah 2007, mengatakan gejalanya seperti kulit mengelupas dan sakit kepala parah membuatnya takut, namun tidak menggoyahkan imannya.
Ia dirawat di rumah sakit sempit oleh istrinya yang hamil dan tidak tertular.
Seorang dukun di Bundibugyo mengaku beralih dari berkat dan doa ke ramuan herbal setelah diberi tahu tentang Ebola.
Ia kehilangan tiga putranya karena virus tersebut.
WHO mendorong deteksi dini Ebola dan isolasi kontak. Namun, tantangan besar adalah kebiasaan pemakaman tradisional dan keyakinan bahwa menyentuh jenazah penting untuk kehidupan setelah mati.
Presiden Uganda Yoweri Museveni menegur pemuka agama dalam pidato televisi, mengatakan tidak perlu menyentuh pasien saat Ebola.
>>> Pemerintah Targetkan Peluncuran Sistem Perlinsos Digital Berbasis AI pada 2026
Ia mengutip pernyataan Kepala WHO Tedros bahwa banyak korban di Kongo adalah orang religius.
