Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, mengatakan Trump menandatangani kesepakatan karena "keputusasaan" dan memberi isyarat bahwa pembicaraan mengenai program nuklir Iran tidak akan mudah.
"Jika pihak Amerika ingin terlalu menuntut, kami tidak akan menerimanya," katanya dalam sebuah pernyataan.
Program Nuklir dan Minyak
Kesepakatan memberikan waktu 60 hari bagi negosiator untuk menyepakati status program nuklir Iran, kecuali perpanjangan disetujui, serta membentuk dana rekonstruksi senilai $300 miliar untuk Iran.
>>> Vance Tunda Kunjungan ke Swiss untuk Pimpin Negosiasi Baru dengan Iran
Vance mengatakan AS juga akan berupaya membatasi rudal jarak jauh Iran.
Biaya perang yang terus membengkak juga menjadi sorotan.
Departemen Pertahanan AS memberi tahu anggota Kongres bahwa mereka membutuhkan $80 miliar untuk menutupi biaya perang dan tagihan lain yang tidak terkait, menurut Wall Street Journal.
Ketika AS dan Israel melancarkan perang hampir empat bulan lalu, Trump mengatakan ia bertujuan menghancurkan kemampuan nuklir Iran.
Namun, tidak satu pun tujuan itu tercapai saat Trump menandatangani kesepakatan.
Iran kembali menegaskan pernyataan selama puluhan tahun untuk tidak membuat atau mengembangkan senjata nuklir, posisi yang diragukan oleh sejumlah presiden AS.
Iran juga setuju untuk "down blending" stok uranium yang diperkaya di tempat dan inspeksi oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA) sebagai anggota Perjanjian Non-Proliferasi.
Pejabat AS mengatakan negosiasi masih bisa menghasilkan kesepakatan yang kuat mengenai program nuklir Iran, yang bertujuan lebih baik dari kesepakatan 2015 yang dibatalkan Trump pada masa jabatan pertamanya.
Namun, para kritikus mengatakan Iran kini berada dalam posisi yang lebih kuat setelah bertahan dari serangan negara adidaya, menunjukkan kendali atas Selat Hormuz, dan mendapatkan keringanan sanksi keuangan yang berharga.