WASHINGTON — White House pada Kamis mengirimkan teks kesepakatan sementara antara Amerika Serikat dan Iran ke Kongres. Dokumen tersebut bertujuan menghentikan perang dan membuka kembali Selat Hormuz.
Naskah yang dilihat oleh Reuters ini memuat 14 poin yang menjadi landasan pemahaman tingkat tinggi.
>>> Komunitas Korea di AS Bersatu Dukung Timnas di Piala Dunia
Sejumlah isu paling rumit, seperti penghentian program nuklir Iran, ditunda hingga kesepakatan final tercapai.
Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan periode negosiasi 60 hari yang lebih luas telah dimulai pada Kamis.
Kesepakatan ini dijuluki "Nota Kesepahaman Islamabad" antara Republik Islam Iran dan Amerika Serikat.
14 Poin Nota Kesepahaman
Poin pertama menyatakan penghentian segera dan permanen operasi militer di semua front, termasuk Lebanon. Kedua belah pihak berjanji tidak akan memulai perang atau operasi militer satu sama lain.
Poin kedua menegaskan komitmen untuk saling menghormati kedaulatan dan integritas wilayah serta tidak campur tangan urusan internal masing-masing.
Poin ketiga mengatur negosiasi kesepakatan final dalam waktu maksimal 60 hari yang dapat diperpanjang dengan persetujuan bersama.
Poin keempat mewajibkan AS segera mencabut blokade angkatan laut terhadap Iran dan menyelesaikannya dalam 30 hari. Selama periode itu, lalu lintas kapal akan dipulihkan secara proporsional.
Poin kelima menyebut Iran akan mengatur jalur aman bagi kapal dagang tanpa biaya selama 60 hari dari Teluk Persia ke Laut Oman dan sebaliknya.
Iran juga akan berdialog dengan Oman mengenai administrasi Selat Hormuz.
>>> AS Izinkan Lebih dari Belasan Kapal Masuk Pelabuhan Iran, Cabut Blokade Berdasarkan Kesepakatan
Poin keenam mewajibkan AS bersama mitra regional mengembangkan rencana rekonstruksi senilai setidaknya USD 300 miliar untuk Iran. Mekanisme implementasi akan difinalisasi dalam kesepakatan final.
