unique visitors counter
alt top
⌂ Beranda News Iran dan Oman Sepakat Pelajari Biaya Layanan di Selat Hormuz

Iran dan Oman Sepakat Pelajari Biaya Layanan di Selat Hormuz

Iran dan Oman Sepakat Pelajari Biaya Layanan di Selat Hormuz
Ilustrasi: Iran dan Oman Sepakat Pelajari Biaya Layanan di Selat Hormuz
A A Ukuran Teks16px
alt mid

Iran dan Oman akan mempelajari biaya yang akan dikenakan untuk layanan administrasi di Selat Hormuz. Kesepakatan ini diumumkan dalam pernyataan bersama pada Selasa (23/6/2026).

Kedua negara menegaskan hak berdaulat atas perairan teritorial mereka. Namun, Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi menyatakan komitmen untuk "pelayaran aman bebas tol" melalui platform X.

>>> Trump: Dana Iran yang Dibekukan Akan Dikelola Rekening Escrow AS

alt top

Pernyataan bersama itu menyebutkan bahwa Iran dan Oman sepakat melanjutkan dialog melalui kelompok kerja bersama antara kedua kementerian luar negeri.

Kelompok kerja ini bertujuan mencapai kesepakatan tentang administrasi navigasi di Selat Hormuz di masa depan.

Mereka juga akan membahas layanan yang akan diberikan serta biaya terkait sesuai standar internasional. Pernyataan ini mengikuti pertemuan di Muskat antara pejabat tinggi kedua negara.

alt mid

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan kepala negosiator Mohammad Bagher Ghalibaf bertemu dengan Sultan Oman Haitham bin Tariq serta Menteri Luar Negeri Badr Albusaidi.

Sebelumnya, Iran menyatakan akan memberlakukan apa yang disebutnya sebagai biaya layanan maritim untuk melintasi selat tersebut.

Ghalibaf mengatakan biaya itu akan berlaku setelah masa bebas biaya 60 hari yang diatur dalam nota kesepahaman dengan Amerika Serikat.

>>> Penembakan di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelajar Ditangkap

Nota kesepahaman itu menyebutkan bahwa Iran dan Oman, yang berbatasan dengan selat tersebut, akan membahas administrasi dan layanan maritim di masa depan bersama negara-negara Teluk lainnya.

Selat Hormuz menjadi jalur transit sekitar 20 persen minyak mentah dan gas alam cair dunia.

Selat ini sempat ditutup Iran setelah mendapat serangan dari AS dan Israel, namun blokade telah dicabut sebagai bagian dari kesepakatan dengan AS pekan lalu.

Sebelum nota kesepahaman, Oman mendapat kecaman dari pejabat AS atas laporan rencana pengenaan tol bersama dengan Iran.

Presiden AS Donald Trump mengancam akan "meledakkan" Oman jika mencoba menguasai jalur air bersama Iran.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga mengatakan akan menjatuhkan sanksi kepada Muskat jika membantu penerapan sistem tol.

>>> AS Beri Keringanan Sanksi Iran, Trump Ancam Ambil Tindakan Jika Tehran Langgar Kesepakatan

Pada Selasa, Menteri Luar Negeri Oman Albusaidi menegaskan komitmen terhadap hukum internasional dan pelayaran aman bebas tol.

alt under
D
Tim Redaksi
Penulis: Dwi Andini
alt mid
📰 Update Terbaru