unique visitors counter
alt top
⌂ Beranda News Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang, Hampir 3.000 Terluka

Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang, Hampir 3.000 Terluka

Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang, Hampir 3.000 Terluka
Ilustrasi: Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang, Hampir 3.000 Terluka
A A Ukuran Teks16px
alt mid

Seorang pemuda dibawa keluar dengan tandu di distrik San Bernardino, Caracas, disambut tepuk tangan para pengamat sementara ibunya yang menangis berkata, "Leandro, aku mencintaimu."

Televisi publik Venezuela menayangkan video seorang gadis yang berlumuran debu dan membungkus dirinya dengan kaus gelap saat muncul dari reruntuhan dengan bantuan tim penyelamat.

Kepala tim penyelamat metropolitan Caracas, José Luis Núñez, mengatakan ia ditemukan di gedung 10 lantai di La Guaira yang runtuh dan rata seperti pancake.

alt top

Tantangan Pemerintah dan Tim Penyelamat

Bencana alam ini menjadi tantangan terbaru bagi Presiden Pelaksana Delcy Rodríguez, mantan wakil presiden yang menjabat pada Januari setelah penangkapan dan pemecatan mantan Presiden Nicolás Maduro oleh Amerika Serikat.

Venezuela telah menghadapi kekacauan ekonomi selama lebih dari satu dekade dan banyak orang menolak legitimasi gerakan politik yang diwakili Rodríguez.

Rodríguez menyatakan keadaan darurat dalam pidato nasional pada Rabu malam.

alt mid

Ia mengatakan pemerintah membentuk dana rekonstruksi sebesar 200 juta dolar AS untuk rumah sakit dan rumah yang rusak.

Ia juga meminta bisnis untuk menyediakan alat berat untuk operasi penyelamatan.

"Kami berharap dapat menyelamatkan sebanyak mungkin orang yang masih hidup," kata Rodríguez.

Meskipun Venezuela terletak di dekat beberapa patahan, posisinya yang membentang di lempeng Amerika Selatan dan Karibia membuat gempa kuat jauh lebih jarang terjadi dibandingkan di bagian lain Amerika Latin.

Survei Geologi AS (USGS) mengatakan kedua gempa berpusat di dekat Moron di pesisir Karibia, sekitar 170 kilometer di barat Caracas.

Kombinasi dua gempa berturut-turut dengan gerakan seismik dangkal memperkuat kehancuran, kata Marcos Ferreira, ahli geofisika dan peneliti di Survei Geologi Brasil.

"Ini seperti saya berteriak dan kemudian seseorang mulai berteriak juga. Itu memperkuat getaran dan menambah potensi bahaya," jelas Ferreira.

alt under
D
Tim Redaksi
Penulis: Dwi Andini
alt mid
📰 Update Terbaru