Militer AS menyatakan bahwa Iran memiliki kesempatan untuk menghormati perjanjian gencatan senjata, tetapi memilih untuk tidak melakukannya ketika pasukannya menyerang kapal Kiku.
Menurut situs pelacak kapal, Kiku meninggalkan ladang minyak Qatar di tengah Teluk Persia pada awal pekan dan menuju ke pelabuhan di Uni Emirat Arab yang berada di Teluk Oman, di seberang Selat Hormuz.
Kapal tersebut tampaknya mencoba menggunakan rute alternatif di dekat pantai Oman, yang disiapkan sebagai pengganti rute yang disetujui Iran yang melintasi perairannya sendiri.
Ketegangan di Selat Hormuz terus meningkat setelah badan maritim multinasional yang diawasi Angkatan Laut AS pada Sabtu mengumumkan perluasan rute di dekat Oman untuk memungkinkan lalu lintas masuk dan keluar, yang memicu titik api baru dengan Teheran.
Iran bersikeras bahwa setelah perang, hanya mereka yang boleh mengatur selat tersebut, yang merupakan muara sempit Teluk Persia yang pernah membawa seperlima minyak dan gas alam dunia.
>>> Rekomendasi HP Baterai 7000 mAh Tahan Seharian, Harga Mulai Rp1 Jutaan
Masyarakat global telah lama menganggap selat itu sebagai jalur internasional, meskipun berada di perairan teritorial Iran dan Oman.