Menteri Keuangan Purbaya mengungkapkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Semester I-2026 mencapai Rp196,5 triliun atau 0,76% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Angka tersebut meningkat dibandingkan defisit per Mei 2026 yang sebesar Rp180,4 triliun atau 0,70% PDB.
>>> 6 HP Gaming Rp1 Jutaan Terbaik 2026, Samsung dan Infinix Masih Jadi Pilihan Menarik
Penyebab defisit adalah pendapatan negara yang lebih rendah dibandingkan belanja negara yang meningkat signifikan.
Pendapatan Negara Tumbuh 21,4%
Purbaya menuturkan pendapatan negara hingga Semester I-2026 mencapai Rp1.459,4 triliun, setara 46,3% dari target tahun ini sebesar Rp3.153,6 triliun.
Realisasi pendapatan negara tumbuh 21,4% year on year (yoy).
>>> Arti Bokem di TikTok: Istilah Viral dari Komunitas Gaming
"Kinerja pendapatan dipengaruhi oleh peningkatan aktivitas ekonomi, pengawasan dan tata kelola pajak bea dan cukai, serta peningkatan layanan kementerian/lembaga dan BLU," kata Purbaya dalam rapat bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Selasa (7/7/2026).
Belanja Negara Naik 17,8%
Sementara itu, realisasi belanja negara mencapai Rp1.656 triliun atau setara 43,1% dari target pagu APBN.
>>> Bahlil Beri Sinyal India Jadi Prioritas Ekspor Batu Bara RI
Realisasi belanja negara juga naik 17,8% yoy.
