Harga emas masih berada di zona negatif pada perdagangan Kamis (9/7/2026) setelah Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap Iran.
Emas batangan bergerak di kisaran US$4.080 per ons, setelah mencatat penurunan selama tiga hari berturut-turut.
>>> Koperasi vs Oligarki Ekonomi: Membangun Demokrasi Ekonomi
Serangan terbaru AS bertujuan melemahkan kemampuan Iran mengganggu pelayaran di Selat Hormuz, menurut Komando Pusat Amerika Serikat.
Aksi militer itu terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Donald Trump menyatakan gencatan senjata telah 'berakhir'.
>>> KH Zulfa Mustofa Ajak Ulama NU Hidupkan Tradisi Menulis Kitab
Di sisi lain, Iran mengancam akan melancarkan operasi balasan berskala besar terhadap pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Kenaikan harga energi akibat konflik memicu kekhawatiran inflasi, yang biasanya menjadi sentimen positif bagi emas sebagai aset lindung nilai.
>>> AS Kembali Serang Iran Setelah Trump Nyatakan Gencatan Senjata Berakhir
Namun, tekanan jual masih mendominasi karena investor beralih ke aset berisiko atau menunggu kejelasan lebih lanjut.
