Apple dikabarkan telah mulai menguji coba chip memori DRAM buatan perusahaan China, ChangXin Memory Technologies (CXMT).
Laporan terbaru menyebutkan bahwa penggunaan RAM asal China tersebut kemungkinan hanya akan diterapkan pada perangkat Apple yang dijual di pasar China.
>>> iPhone Ultra Dikabarkan Tetap Rilis Tepat Waktu Bersama iPhone 18 Pro
Langkah ini diduga sebagai cara Apple untuk meminimalkan potensi reaksi negatif dari pemerintahan Amerika Serikat.
Baik CXMT maupun YMTC telah masuk dalam Entity List AS karena dianggap memiliki hubungan dengan militer China.
Meskipun tidak ilegal untuk berbisnis dengan perusahaan-perusahaan tersebut, hal ini tetap menjadi sorotan.
>>> Bocoran Warna dan Harga Pixel Watch 5 Menjelang Peluncuran
Namun, dengan membatasi penggunaan RAM China hanya untuk perangkat di China, Apple berharap dapat meredakan kekhawatiran.
Keputusan ini juga dipengaruhi oleh krisis RAM global yang terjadi akibat permintaan besar dari pusat data kecerdasan buatan (AI) yang menyedot pasokan dari produsen non-China.
Apple sendiri telah lama memantau pasar memori China. Sejak tahun 2022, perusahaan berbasis di Cupertino itu dikabarkan telah mengevaluasi chip NAND dari YMTC.
>>> Apple Gagal Batalkan Status Gatekeeper di Bawah DMA Uni Eropa
Belum ada konfirmasi resmi dari Apple mengenai rencana ini. Semua masih sebatas laporan dan spekulasi yang beredar di industri.
