Korea Selatan menggencarkan promosi "K-trekking" untuk menarik 3 juta wisatawan mancanegara ke taman nasionalnya setiap tahun pada 2028.
Langkah ini diumumkan setelah Korea Tourism Organization (KTO) dan Korea National Park Service menjalin kemitraan strategis di kantor pusat KTO di Wonju, Rabu.
>>> Chengdu: Kota Panda China yang Memadukan Konservasi dan Pariwisata
Data negara menunjukkan jumlah wisatawan asing yang mengunjungi taman nasional Korea melonjak dari sekitar 890.000 pada 2024 menjadi lebih dari 2,05 juta pada 2025.
Angka itu mencerminkan kenaikan 132 persen secara tahunan.
Kenaikan tersebut menjadikan trekking gunung sebagai pilar utama ekonomi pariwisata domestik.
Kolaborasi dan Teknologi
Dalam kerangka lima tahun ke depan, kedua lembaga akan bekerja sama dalam kampanye promosi internasional berskala besar.
Mereka akan memanfaatkan jaringan global KTO, platform integrasi digital VisitKorea, dan pusat media interaktif HiKR Ground di pusat kota Seoul.
Kemitraan ini juga akan mengintegrasikan layanan terjemahan dan navigasi berbasis kecerdasan buatan.
>>> Meredakan Stres dengan Mainan Sensorik: Tren Mallangi dan Wakppu Ball di Korea
Selain itu, jaringan berbagi data lintas lembaga akan dibangun untuk melacak demografi pengunjung dan kepadatan jalur secara real-time.
Kampanye K-Trekking Challenge
Sebuah inisiatif promosi khusus bernama "K-Trekking Challenge" akan segera diluncurkan bekerja sama dengan Creatrip, platform perjalanan utama yang melayani wisatawan independen.
Kampanye yang berlangsung hingga November ini akan menyasar lima pusat taman nasional utama: Gunung Seorak, Gunung Odae, Gunung Bukhan, dan jalur bersejarah di sekitar Gyeongju, ibu kota Kerajaan Silla (57 SM–935 M).
Untuk memudahkan wisatawan asing yang sering datang tanpa perlengkapan khusus, kampanye ini akan menyediakan penyewaan alat keselamatan gratis dan orientasi jalur berbahasa Inggris.
Pengunjung yang membagikan pengalaman hiking di media sosial akan mendapatkan hadiah berupa reward platform perjalanan dan merchandise edisi terbatas yang menggabungkan maskot resmi kedua lembaga.
Presiden KTO Park Sung-hyeuck mengatakan K-trekking telah bertransformasi dari hobi domestik yang khusus menjadi aset budaya yang dicari wisatawan internasional.
>>> Produksi Wagner Lokal Terinspirasi Serial Netflix
"Melalui upaya terkoordinasi ini, kami ingin memposisikan jalur alam liar sebagai katalis kuat bagi pertumbuhan ekonomi regional, menarik pengunjung jauh melampaui batas tradisional Seoul perkotaan," ujarnya.
