Pendaftaran Komponen Cadangan (Komcad) tahun 2026 telah resmi dibuka. Banyak calon peserta bertanya-tanya apakah mengikuti latihan militer ini memberikan imbalan finansial.
Berdasarkan regulasi Kementerian Pertahanan dan Kementerian PANRB, nominal gaji komcad berbeda antara peserta sipil, ASN, dan program SPPI.
>>> Selada Taco Bell Terkonfirmasi Sumber Wabah Diare Parasit di AS
Perbedaan ini penting dipahami agar calon peserta dapat menghitung kesesuaian dengan kondisi keuangan masing-masing.
Besaran Gaji Komcad 2026
Gaji komcad mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 2024 tentang Gaji dan Tunjangan PPPK.
Kisarannya mulai Rp1,9 juta hingga Rp7,3 juta per bulan, tergantung golongan dan masa kerja.
Ketentuan ini berlaku khusus untuk komcad berstatus ASN PPPK, seperti pada program SPPI. Golongan ditentukan berdasarkan jenjang pendidikan dan penempatan tugas, bukan lama latihan dasar militer.
Berikut rincian gaji pokok berdasarkan golongan: Golongan I Rp1.938.500 (terendah) hingga Rp2.900.900 (tertinggi), Golongan V Rp2.511.500–Rp4.189.900, Golongan IX Rp3.203.600–Rp5.261.500, Golongan XIII Rp3.781.000–Rp6.209.800, dan Golongan XVII Rp4.462.500–Rp7.329.900.
Masa kerja juga memengaruhi posisi dalam rentang golongan. Dua orang dengan golongan sama bisa menerima nominal berbeda karena faktor ini.
Uang Saku Latihan Dasar Militer
Selama Latihan Dasar Militer (latsarmil), peserta komcad sipil menerima uang saku sekitar Rp1,8 juta per bulan di luar gaji pokok.
Nominal ini belum termasuk fasilitas perlengkapan lapangan dan jaminan kesehatan.
Untuk komcad ASN, situasinya berbeda.
Mereka tetap menerima gaji pokok dan tunjangan kedinasan penuh dari instansi asal, ditambah uang saku khusus selama 45 hari latsarmil.
Pada program Komcad SPPI, uang saku selama pendidikan dasar militer disetarakan dengan gaji pokok TNI aktif sesuai pangkat.
Pangkat Letda (lulusan S1/D4/D3) sekitar Rp2.954.200 per bulan, Serda (lulusan SMA) sekitar Rp2.272.100 per bulan, dan Prada (lulusan SMP) sekitar Rp1.774.900 per bulan.
