Presiden Prabowo Subianto menargetkan kebijakan ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) akan diterapkan secara penuh mulai 1 September 2026.
Saat ini, kebijakan tersebut masih dalam tahap transisi setelah PT DSI mulai beroperasi pada 1 Juli 2026.
>>> Jual Obat Keras Ilegal, Pria di Tangerang Terancam 12 Tahun Penjara
“Dengan ekspor sumber daya alam satu pintu, kita mengadakan tahap transisi. Kita harapkan nanti 1 September 2026 implementasi penuh.
Kemudian proses ini semua akan membuat kita benar-benar paham benar ke mana uang kita,” ujar Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna, Senin (20/7/2026).
Prabowo menjelaskan kebijakan ini diambil karena pemerintah mendeteksi praktik kecurangan seperti pemalsuan dokumen dan under-invoicing, yaitu pelaporan nilai barang yang jauh lebih rendah dari harga pasar.
>>> Ferran Torres Bukan Anak Fernando Torres, Ini Fakta Hubungan Keduanya
Ia mencontohkan kelapa sawit yang sering dijual dari Indonesia dengan harga Rp15.000 per kilogram, padahal harga internasional mencapai Rp27.000 per kilogram.
“Siapa yang menikmati Rp13.000? Hampir 50%.
Jadi permainan seperti inilah yang menusuk hati kita ya. Jadi perusahaan dari Indonesia dia ekspor.
>>> Presiden Iran: Negara dalam Perang Total dengan AS
Begitu di sini dia jual Rp14.000. Dalam perjalanan ke Eropa, konon kabarnya berubah-ubah lagi kontraknya,” ujarnya.
