Industri minyak sawit mentah (CPO) Indonesia menghadapi ancaman serius di pasar global akibat ekspansi masif minyak nabati pesaing, seperti rapeseed dan canola.
Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo Jatmiko K.
>>> Harga Emas Perhiasan 24K Anjlok Lagi Hari Ini 21 Juli 2026, Jadi Rp2,1 Jutaan per Gram
Santosa mengungkapkan minyak rapeseed memiliki tingkat pertumbuhan produksi yang sangat cepat, mencapai 5,8% hingga 10% per tahun.
Komoditas tersebut dikenal sebagai king of cold flow sehingga diminati negara-negara maju di wilayah subtropis yang memiliki musim dingin.
>>> Ukraina Kembangkan Senjata Jarak Jauh Baru untuk Lawan Rusia
"Rapeseed mempunyai tingkat pertumbuhan hampir 5,8% dan dikenal sebagai king of cold flow.
Sementara CPO kita di seluruh dunia selama 5 tahun hanya tumbuh 0,52%," ujar Jatmiko dalam Pekan Riset Sawit Indonesia 2026 di Jakarta, Senin (20/7/2026).
>>> Piala Dunia 2026: 3 Juta Turis Asing Serbu Meksiko
Jatmiko juga menjelaskan bahwa implementasi program B50 membutuhkan pasokan CPO sekitar 4 juta ton per tahun pada tahap awal.
