Harga tembaga mengalami koreksi dari level tertingginya sejak awal Juni. Para pelaku pasar masih menanti pengumuman dari Gedung Putih terkait rencana tarif impor atas logam tersebut.
Departemen Perdagangan AS seharusnya memberikan rekomendasi baru kepada Presiden Donald Trump tentang bea masuk lebih dari tiga minggu lalu.
Namun, hingga saat ini belum ada keputusan yang diumumkan.
Prospek penerapan tarif telah menarik volume logam yang besar ke AS tahun ini. Hal ini memperketat pasar tembaga global.
Dukungan Fundamental dan Risiko
Perusahaan pialang China Jinrui Futures Co menulis dalam catatannya bahwa berita tentang tarif tembaga AS merupakan titik kunci yang perlu diperhatikan dalam jangka pendek.
Meski harga memiliki dukungan fundamental, risiko makroekonomi dan geopolitik tetap ada.
Kontrak berjangka tembaga di London Metal Exchange melonjak mendekati US$14.000 per ton pada sesi sebelumnya.
Hal ini seiring tanda-tanda bahwa pasokan kesulitan memenuhi permintaan, termasuk di pasar utama China.