Equinor ASA mencatat laba yang melampaui ekspektasi pada kuartal kedua tahun ini. Kinerja positif ini didorong oleh peningkatan produksi dan lonjakan harga gas alam Eropa akibat konflik Iran.
Laba bersih yang disesuaikan setelah pajak mencapai US$3,44 miliar. Angka tersebut lebih tinggi dari perkiraan rata-rata analis sebesar US$3,36 miliar.
Direktur Keuangan Torgrim Reitan menyebutkan bahwa hasil ini didorong oleh kinerja operasional yang kuat. Ia menambahkan bahwa divisi perdagangan mencatat hasil hampir dua kali lipat dibandingkan kuartal biasa.
Perang Iran memberikan keuntungan bagi perusahaan energi global. Gangguan di Selat Hormuz menghambat pasokan minyak dan gas ke pasar dunia.
Equinor menjadi salah satu perusahaan yang diuntungkan oleh situasi ini. Kenaikan harga gas alam Eropa turut mendongkrak pendapatan dari bisnis perdagangan.