Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy merombak jajaran pimpinan militer tertinggi di tengah perang melawan invasi Rusia.
Langkah ini diambil setelah tekanan publik dan ketegangan internal antara panglima dan menteri pertahanan.
>>> BI Turunkan Swap Lindung Nilai 10% bagi Investor Asing
Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina yang baru adalah Mayor Jenderal Mykhailo Drapatyi, 43 tahun. Ia menggantikan Jenderal Oleksandr Syrskyi yang dianggap bagian dari garda lama.
Drapatyi dikenal sebagai jenderal generasi baru yang muncul selama pertempuran melawan agresi Rusia. Ia menonjol karena keberaniannya sejak 2014, tahun ketika Rusia mencaplok Krimea.
Latar Belakang Perombakan
Ketegangan antara Menteri Pertahanan Mykhailo Fedorov dan Panglima Syrskyi disebut menghambat upaya perang. Fedorov, yang dikenal sebagai pengembang teknologi drone, mengkritik Syrskyi karena menghalangi reformasi.
Protes jalanan di Kyiv dan kota-kota lain menuntut Fedorov kembali karena dianggap sebagai modernisator militer. Sementara itu, Syrskyi dianggap bagian dari garda lama yang perlu diganti.
Zelenskyy menawarkan Fedorov posisi terhormat di pemerintahan yang akan menyatukan sektor teknologi. Namun, belum jelas apakah Fedorov menerima tawaran tersebut.
Reaksi dan Dampak
Fedorov mendukung penunjukan Drapatyi sebagai "harapan baru dalam perjuangan rakyat bebas untuk kebebasan dan keadilan".
Ia juga berterima kasih kepada Syrskyi atas pencapaian militernya, termasuk pertahanan Kyiv dan operasi kontra-ofensif Kharkiv.
Syrskyi membela catatan perangnya, mengklaim pasukan Ukraina telah merebut kembali 743 kilometer persegi wilayah yang diduduki Rusia tahun ini.
>>> TOBA Cari Kredit Swasta Rp1,79 T untuk Unit Pengelolaan Limbah
Klaim itu tidak dapat diverifikasi secara independen.
Kremlin mengecam perubahan tersebut sebagai tanda keretakan di Kyiv.
Juru bicara Dmitry Peskov mengatakan "rezim Kyiv gemetar dari dalam" dan perubahan itu tidak akan mengubah garis depan.

