Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) angkat bicara mengenai kemungkinan perubahan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi Pertamax pada periode penyesuaian Agustus 2026.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menegaskan bahwa penetapan harga Pertamax dan BBM nonsubsidi lainnya didasarkan pada harga minyak mentah global serta sejumlah aspek teknis.
>>> Kemensos Uji Coba Penyaluran Bansos Lewat Koperasi Desa pada Triwulan IV 2026
Ia menjelaskan bahwa harga minyak mentah saat ini bergerak tidak stabil, naik turun dalam waktu cepat akibat ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.
"Untuk harga Pertamax, kita mengikuti harga pasar. Kalau kita lihat kondisi geopolitik, ada uncertainty-nya cukup tinggi.
>>> Prediksi Line Up Persib vs DPMM FC di Piala Presiden 2026 Hari Ini
Justru di pasar internasional harga naik," kata Yuliot di Kantor BRIN, Selasa (28/7/2026).
>>> Profil Burhanuddin Abdullah yang Diisukan Jadi Calon Gubernur BI
Yuliot menambahkan bahwa PT Pertamina Patra Niaga (PPN) akan menghitung biaya pokok produksi (BPP) dari masing-masing produk nonsubsidi dan mempertimbangkan keuntungan yang diperoleh.
