Lembaga riset BMI, bagian dari Fitch Solutions Company, memperkirakan volatilitas harga minyak mentah Brent akan mencapai titik ekstrem pada kuartal III-2026.
Setelah itu, kondisi diperkirakan berangsur normal pada kuartal IV-2026.
>>> Amran Beber Penipuan Beras Fortifikasi, Konsumen Dirugikan Rp71 T
Revisi Proyeksi Harga Minyak
Dalam riset terbarunya, BMI merevisi proyeksi rata-rata harga Dated Brent dari US$84 per barel menjadi US$86 per barel untuk 2026.
Revisi ini dipicu oleh asumsi bahwa negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran tidak berjalan lancar.
>>> Pembahasan Perpres Ojol Rampung, Perlindungan Pekerja Jadi Fokus
Skenario Pembukaan Selat Hormuz
Dalam skenario tersebut, kesepakatan awal untuk membuka kembali Selat Hormuz dicapai pada kuartal III-2026.
Ekspor minyak pun secara bertahap kembali normal sepanjang kuartal terakhir tahun ini.
>>> Bos Alibaba Joseph Tsai dan Istri Dikabarkan Bercerai
Namun, selama masa transisi, AS dan Iran masih terlibat aksi militer berkala, tetapi tidak sampai kembali ke perang berskala tinggi.
