Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan pernyataan keras pada Senin setelah Iran membantah sedang dalam negosiasi dengan Washington.
Dalam unggahan marah di media sosial, Trump menyatakan blokade militer AS akan terus berlanjut sampai ada "Kesepakatan, atau Penyerahan Total".
>>> Tailan Pulangkan 1.000 WNI yang Terlibat Penipuan Daring
Trump menyebut Iran "bermuka dua" karena "secara terbuka dan bangga" mengatakan tidak sedang bernegosiasi.
Padahal, menurut Trump, kedua pihak sebenarnya sedang membahas solusi atas masalah yang telah diciptakan Iran selama puluhan tahun.
Pernyataan Trump di Truth Social ini muncul setelah Iran mengatakan tidak ada pembicaraan langsung dengan AS.
Padahal, Trump sebelumnya mengklaim akan ada pembicaraan ketika ia membatalkan ancaman pemboman besar-besaran terhadap Iran akhir pekan lalu, dengan alasan ada permintaan dari kekuatan regional dan Teheran.
Kementerian Luar Negeri Iran pada Senin mengatakan satu-satunya pembicaraan yang mereka lakukan adalah dengan Oman untuk membahas rencana berbagi kendali atas Selat Hormuz, jalur vital bagi perdagangan energi global.
>>> Tailan Tawarkan Impor Produk Pertanian ke Indonesia, dari Beras hingga Pupuk
Trump bersikeras bahwa Iran yang meminta pembicaraan — "beberapa orang akan mengatakan 'memohon'" — tetapi kini hanya memberikan "omong kosong biasa" tentang kendali Hormuz.
Ia menegaskan bahwa Selat Hormuz "sepenuhnya dikuasai oleh Angkatan Laut AS dan 'Blokade' kami, atau yang sebagian orang sebut 'Tembok Baja Amerika Serikat'!"
"Tidak ada yang bisa masuk ke Iran kecuali kita menginginkannya, dan tidak ada yang akan masuk kecuali Kesepakatan, atau Penyerahan Total, tercapai," tulis Trump.
Trump melancarkan perang bersama Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Tujuan awalnya termasuk menghancurkan industri nuklir, rudal, dan mendukung pemberontakan rakyat terhadap pemerintah.
Lebih dari lima bulan kemudian, Iran masih mampu menembakkan rudal dan drone ke target AS dan sekutu di kawasan, serta tetap memiliki stok uranium yang diperkaya.
>>> Kronologi Meninggalnya Diding Boneng, Sempat Dirawat 10 Hari hingga Kondisinya Menurun
Meskipun ada tekanan AS, serangan Iran terhadap kapal di Hormuz telah berdampak parah pada perdagangan energi global, memberi Teheran kartu baru yang kuat dalam kebuntuan ini.
