Tren mengonsumsi whey protein semakin populer seiring meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menjalani gaya hidup sehat.
Berbagai produk pangan hingga minuman berlabel tinggi protein pun bermunculan di pasaran.
>>> BGN Ancam Tutup Permanen Dapur MBG yang Tak Penuhi Standar, Tenggat 10 Agustus
Namun, ahli gizi mengingatkan bahwa kebutuhan protein sebaiknya tetap mengacu pada pedoman gizi seimbang, bukan semata mengandalkan suplemen seperti whey protein.
Pandangan Ahli Gizi
Ahli gizi masyarakat dr. Tan Shot Yen mengatakan protein memang merupakan zat gizi makro yang wajib dipenuhi setiap orang.
>>> Spesifikasi Mobil Listrik Honda Super-ONE Seharga Rp438 Juta
Namun, dalam pedoman gizi seimbang tidak terdapat anjuran khusus untuk mengonsumsi minuman whey sebagai bagian dari kebutuhan harian.
"Oh soal ini benar protein (susu whey), tapi bukan asupan wajar sehari-hari kan," kata Tan kepada Bloomberg Technoz, Kamis (6/8).
>>> BKI Catat Pendapatan Rp1,5 Triliun pada 2025, Laba Operasi dan Arus Kas Ikut Meningkat
Menurut Tan, masyarakat kerap keliru menganggap whey protein sebagai kebutuhan utama untuk hidup sehat.
