unique visitors counter
⌂ Beranda News Presiden Baru Kolombia Dilantik di Cali, Tekankan Sikap Tegas pada Kelompok Bersenjata

Presiden Baru Kolombia Dilantik di Cali, Tekankan Sikap Tegas pada Kelompok Bersenjata

Presiden Baru Kolombia Dilantik di Cali, Tekankan Sikap Tegas pada Kelompok Bersenjata
Ilustrasi: Presiden Baru Kolombia Dilantik di Cali, Tekankan Sikap Tegas pada Kelompok Bersenjata
A A Ukuran Teks16px

Abelardo de la Espriella akan dilantik sebagai presiden Kolombia pada Jumat (7/8) di Cali, kota di barat daya negara itu yang rawan konflik.

Pelantikan di luar ibu kota ini menjadi sinyal pendekatan keras terhadap kelompok bersenjata ilegal.

>>> Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Singapura Malam Ini Jam 20.00 WIB

De la Espriella, yang berusia 48 tahun, menggantikan Gustavo Petro setelah memenangi pemilihan presiden putaran kedua pada 21 Juni melawan sekutu petahana, Senator Iván Cepeda.

Ia belum pernah memegang jabatan publik sebelumnya dan membiayai kampanyenya dari kekayaan pribadinya sebagai pengacara dan pengusaha.

Sinyal Keras terhadap Kelompok Bersenjata

Setelah upacara pelantikan di auditorium universitas di hadapan Kongres, de la Espriella akan menuju batalion militer di Cali untuk memberikan pidato kepada pasukan.

Ia ingin meningkatkan moral prajurit dan memperingatkan kelompok bersenjata ilegal di wilayah itu untuk menyerah atau dinyatakan sebagai 'target militer'.

De la Espriella, yang dijuluki 'El Tigre' atau 'Sang Harimau', berjanji mengatasi kekerasan yang berkepanjangan di Kolombia dengan menghentikan kebijakan Petro yang bernegosiasi dengan kelompok bersenjata.

Ia menilai proses perdamaian telah gagal.

Ekonomi ilegal seperti narkotika dan penambangan liar menjadi rebutan antara faksi-faksi dissiden dari FARC yang tidak menerima perjanjian damai, kartel Clan del Golfo, dan kelompok gerilya ELN.

>>> Airsoft Gun vs Senjata Api: Apa Bedanya? Indra Wargadalem Bantah Temuan 995 Senpi

Dampak Regional dan Oposisi

De la Espriella, yang memiliki kewarganegaraan ganda Kolombia-Amerika, berkuasa dengan dukungan Presiden AS Donald Trump.

Analis menilai kebangkitannya memperkuat pergeseran ke kanan di Amerika Latin dan membentuk blok konservatif regional.

Ia berencana bergabung dengan 'Perisai Amerika' untuk memerangi narkotika, serta memulihkan hubungan diplomatik dengan Israel dan memutus hubungan dengan Kuba dan Nikaragua yang dianggapnya 'tirani'.

Petro, pendahulunya, menolak mengakui kemenangan de la Espriella dan menuduh adanya kecurangan pemilu. Tuduhan itu telah ditolak oleh pengamat internasional dan otoritas pemilu Kolombia.

Analis politik Sergio Guzmán mengatakan Petro akan menjadi lawan yang 'tidak kenal lelah' dan 'tajam'.

Petro juga mengajak pendukungnya membentuk 'milisi rakyat' dan bersiap mogok umum jika ia dipenjara setelah lengser.

>>> Bisnis Kasino Makau Terpuruk di Tengah Pengetatan China

Di Cali, basis pendukung Petro, organisasi sosial dan mahasiswa telah menyerukan demonstrasi saat pelantikan. Protes juga diperkirakan terjadi di Bogota dan Barranquilla.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru
stikibot