Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan pemerintah belum membuka peluang bagi sekolah umum untuk membangun dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara mandiri.
Pasalnya, infrastruktur di banyak sekolah, terutama di daerah, masih sangat terbatas.
>>> Saham BBRI Melonjak 2,96%, Ungguli Kinerja Bank Himbara Lainnya
Menurut dia, kondisi fasilitas dasar di sekolah umum sangat beragam.
Masih banyak sekolah yang belum memiliki sanitasi memadai sehingga belum siap memenuhi standar dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Jangan melihat sekolah di kota saja.
>>> OpenAI Siapkan Speaker AI 'Keping Hoki', Harga Nyaris Rp5 Juta
Kalau Anda jalan-jalan ke SD atau SMP di daerah, jangankan kantin, toilet saja belum ada," kata Sudaryono kepada wartawan di Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Dia menambahkan, pembangunan dapur MBG tidak cukup hanya memanfaatkan kantin sekolah yang sudah ada. Fasilitas tersebut harus memenuhi standar keamanan pangan dan higiene sanitasi yang ditetapkan pemerintah.
>>> Pembunuh Marbot Masjid di Purwakarta Ditangkap, Motif Dendam Diejek Miskin
"Untuk membuat fasilitas dengan standar tinggi yang aman memang tidak mudah, apalagi jumlah penerimanya sedikit. Jadi Anda juga harus melihat dari sisi itu," ujarnya.
