Pasar tenaga kerja Amerika Serikat menunjukkan tanda-tanda pelemahan pada Juli 2026.
Data terbaru dari Biro Statistik Tenaga Kerja mengungkapkan jumlah tenaga kerja di luar sektor pertanian (nonfarm payrolls/NFP) turun 23.000.
>>> Blok Tanamalia Masuk Hutan Lindung, Bos Vale Buka Suara
Penurunan ini terjadi setelah data dua bulan sebelumnya direvisi turun secara signifikan.
Angka tersebut mengindikasikan bahwa perekrutan tenaga kerja mulai menghadapi tantangan setelah sempat menunjukkan kekuatan yang mengejutkan pada awal tahun.
Sementara itu, tingkat pengangguran justru turun menjadi 4,1%. Penurunan ini seiring dengan terus menurunnya tingkat partisipasi angkatan kerja.
>>> KPK Buka Suara soal Potensi Periksa Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni
Faktor Pelemahan Pasar Tenaga Kerja
Laporan tersebut menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja mungkin mulai melemah di tengah kenaikan harga dan ketidakpastian akibat perang Iran.
Meski demikian, permintaan konsumen yang tangguh sejauh ini telah mendorong sebagian pemberi kerja untuk melanjutkan rencana perekrutan mereka.
>>> Perang Dagang Trump Dorong Investor Ramai-Ramai ke Batam
Data ini juga berpotensi mendorong Federal Reserve (The Fed) untuk menunda kenaikan suku bunga. Para pejabat bank sentral masih menimbang antara tekanan inflasi dan risiko terhadap lapangan kerja.
