Pemerintah Iran mengklaim sudah "sangat dekat" untuk mencapai kesepakatan dengan Oman mengenai rute transit maritim baru di Selat Hormuz.
Namun, Republik Islam Iran kembali menegaskan sejumlah tuntutan yang harus disetujui Amerika Serikat sebelum jalur perairan tersebut dapat dibuka kembali.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan pada Sabtu bahwa para negosiator makin mendekati kesepakatan mengenai rute transit maritim sementara bagi kapal-kapal yang masuk dan keluar dari Teluk Persia.
Dia memperingatkan bahwa kesepakatan apa pun yang dicapai tidak akan langsung menyebabkan Selat Hormuz dibuka kembali.
Hal ini mengindikasikan bahwa kelonggaran bagi pasokan energi kemungkinan akan tetap terbatas.