unique visitors counter
⌂ Beranda Hiburan Jessica Mila Buka Suara Soal Pelayaran ke Pulau Padar Saat Rute Ditutup

Jessica Mila Buka Suara Soal Pelayaran ke Pulau Padar Saat Rute Ditutup

Jessica Mila Buka Suara Soal Pelayaran ke Pulau Padar Saat Rute Ditutup
Ilustrasi: Jessica Mila Buka Suara Soal Pelayaran ke Pulau Padar Saat Rute Ditutup
A A Ukuran Teks16px

Jessica Mila akhirnya buka suara setelah rombongannya berlayar ke Pulau Padar dan Komodo saat rute pelayaran menuju pulau tersebut ditutup pada 7-10 Agustus 2026 karena cuaca buruk.

Istri advokat Yakup Hasibuan itu menjelaskan bahwa dirinya dan keluarga sangat mengutamakan keamanan dan keselamatan dalam bepergian, terutama karena ada anak-anak dalam rombongan.

>>> LG xboom Blast Resmi Meluncur, Speaker 220W dengan Baterai 36 Jam

"Untuk penentuan rute perjalanan ini, tentu kami menyerahkan sepenuhnya ke captain kapal karena seluruh tanggung jawab dan keputusan mengenai rute, keamanan, dan keselamatan kami adalah tanggung jawab captain kapal," kata Mila dalam unggahan di akun Instagram pribadinya @jscmila, Senin (10/8).

Mila mengklaim sejak awal tidak ada pemberitahuan dari kapten kapalnya bahwa ada larangan untuk berlayar ke Pulau Padar.

Ia mengaku tidak muncul kecurigaan sepanjang perjalanan karena ada banyak kapal yang membawa turis lain bersandar di Pulau Padar.

"Seandainya kami tahu bahwa ada larangan berlayar karena ada cuaca buruk sebelumnya, tentu aku dan keluarga tidak akan mengambil risiko yang bisa membahayakan keluarga kami dengan tetap berangkat, dan pasti kami akan menunda keberangkatan kami," ujarnya.

Menantu Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Otto Hasibuan itu memahami perasaan para wisatawan dan agen perjalanan yang harus menunda pelayaran karena ada surat edaran larangan berlayar selama 7-10 Agustus.

"Namun, adalah tidak benar dan merupakan fitnah kalau ada yang mengatakan kami telah mengetahui mengenai surat edaran tersebut dari sebelumnya seakan-akan kami tetap mengabaikan, apalagi ada tuduhan bahwa kami memaksakan kehendak untuk tetap berangkat," katanya.

"Jadi mudah-mudahan pengalaman ini bisa menjadi pelajaran bagi seluruh stakeholder, khususnya para captain kapal untuk memberikan informasi yang lebih terbuka kepada penumpangnya untuk menjaga keselamatan dan menghindari kesalahpahaman dan kerugian berbagai pihak," kata Mila menambahkan.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru
stikibot