Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,53% ke posisi 6.267 pada Selasa (11/8/2026).
Pelemahan ini dipicu oleh kenaikan harga minyak mentah global yang mencapai 10% point-to-point, menyusul ketidakpastian negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak dengan volatilitas tinggi dan terus berada di zona merah. Rentang pergerakannya tercatat antara 6.388 hingga level terendah 6.230.
Nilai Transaksi dan Pergerakan Sektor
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai perdagangan mencapai Rp14,51 triliun dari 35,4 miliar saham yang ditransaksikan.
Frekuensi jual-beli tercatat sebanyak 2,19 juta kali.
Sebanyak 141 saham menguat, 542 saham melemah, dan 108 saham stagnan.
Sektor industri, konsumen non-primer, dan teknologi menjadi pemberat utama dengan tekanan masing-masing 3,48%, 2,68%, dan 2,56%.
Pelemahan juga terjadi pada sektor properti dan barang baku, dengan penurunan 1,88% dan 1,78%.
Sejumlah saham LQ45 turut mendorong pelemahan IHSG.
PT Darma Henwa Tbk (DEWA) ambles 6,75%, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) jatuh 5,45%, dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) tergelincir 5,22%.