Sebuah buku unik hadir dengan mengangkat naskah kuno beraksara Jawa tulisan tangan. Naskah tersebut dikaji dan dikaitkan dengan wayang serta politik nasional kontemporer.
Menariknya, nama tokoh Yudhoyono diabadikan sebagai cantelan untuk masuk ke dunia politik kontemporer. Bahkan, tokoh Jokowi juga dikaitkan dengan Prabu Yudhoyono.
>>> 5 Negara dengan Proses Visa Paling Mudah untuk Pemegang Paspor Indonesia
Dari situ, pembahasan semakin menarik setelah dikaitkan dengan isu perseteruan Jokowi dan Roy Suryo.
Buku ini berangkat dari studi filologi, yaitu kajian terhadap naskah tulisan tangan beraksara dan berbahasa Jawa.
Objek kajiannya adalah teks naskah Punika Lampahan Yudhoyono (Lakon Yudhoyono) yang terdapat pada naskah berkode 791.53 Pak P.
Kode tersebut mengacu pada nomor katalog Radya Pustaka Surakarta yang dikerjakan oleh Nancy Florida.
Naskah berkode 791.53 Pak P berjudul Pakem Ringgit Purwa dan memuat 59 lampahan atau lakon wayang. Di dalam katalog tersebut, PLY menjadi salah satu lakon yang terekam.
>>> IHSG Anjlok 1,53% ke 6.267, Dipicu Harga Minyak dan Negosiasi AS-Iran
Secara umum, naskah ini menjadi sumber penting untuk memahami struktur dan isi cerita pewayangan Jawa. Yang menarik dari PLY adalah perbedaan judul dengan isi.
Meskipun berjudul 'Yudhoyono', tokoh utama dalam teks naskah justru Bambang Sudarsono, bukan Yudhoyono. Perbedaan inilah yang menjadi tema menarik untuk legitimasi Sudarsono yang kelak jadi raja.
Buku ini makin mendekatkan bahwa dunia wayang dan politik memang selalu menarik dipertautkan. Ini mengingatkan pada zaman Orde Baru, sering dipergelarkan lakon-lakon tertentu.
Seperti lakon Semar Mbabar Jatidiri yang dicurigai sebagai upaya Soeharto mengidentifikasi diri dengan tokoh Semar. Ia juga punya Yayasan Super Semar.
>>> Ayah Kandung di Jakarta Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Anak Sejak 2020
Buku ini diterbitkan Penerbit Alenia Indonesia dan bisa dibeli di toko buku maupun E-book. Penulis buku ini tak lain adalah wartawan Poskota.
