unique visitors counter
⌂ Beranda News SPAI: Pengemudi Ojol Lebih Butuh BPJS daripada Pinjaman KUR

SPAI: Pengemudi Ojol Lebih Butuh BPJS daripada Pinjaman KUR

SPAI: Pengemudi Ojol Lebih Butuh BPJS daripada Pinjaman KUR
SPAI: Pengemudi Ojol Lebih Butuh BPJS daripada Pinjaman KUR
A A Ukuran Teks16px
alt mid

Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI) menilai pengemudi ojek online (ojol) lebih membutuhkan jaminan perlindungan sosial dan keselamatan kerja dibandingkan fasilitas pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Hal ini seharusnya tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online yang akan segera disahkan.

>>> Telkom Solution Pamerkan Connectivity+ di DTI-CX 2026, Dorong Pemerataan Akses Digital

alt mid

Ketua SPAI, Lily Pujiati, menyatakan bahwa skema jaminan tersebut seharusnya menjadi fokus utama pemerintah untuk melindungi para pekerja transportasi berbasis aplikasi.

"Perpres ini bertujuan juga untuk memberikan jaminan kecelakaan kerja dan BPJS Kesehatan yang memang menjadi hak pekerja, bukan pinjaman KUR dan insentif yang dijanjikan Menteri UMKM," ungkap Lily saat dihubungi pada Selasa (11/8/2026).

Lily juga membantah klaim Menteri UMKM yang menyebutkan bahwa skema pembiayaan tersebut merupakan aspirasi dari asosiasi ojol.

alt mid

>>> Usut Korupsi MBG, Kejagung Periksa 12 Saksi dari BGN dan Swasta

Menurutnya, klaim tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Saat ini, rata-rata pendapatan pengemudi ojol hanya berkisar Rp100.000 per hari.

>>> KPK Akan Periksa Kesehatan Yuddy Renaldi, Tersangka Korupsi Bank BJB yang Belum Ditahan

Padahal, mereka harus bekerja secara tidak manusiawi selama lebih dari 8 jam, bahkan hingga 17 jam sehari.

alt under
E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
alt mid
📰 Update Terbaru
stikibot