Badan meteorologi Inggris, Met Office, memprediksi pola cuaca El Nino tahun ini akan menjadi yang terbesar dalam lebih dari satu abad.
Suhu permukaan laut diprediksi memanas hingga level yang 'tak pernah terdengar'.
>>> Pemerasan Santri di Cikupa, Polisi Amankan 3 Debt Collector
Prediksi ini disampaikan pada Jumat (21/8) dan langsung menjadi perhatian global.
Fenomena El Nino terjadi saat suhu laut di Pasifik timur tropis naik 0,5 derajat Celsius di atas rata-rata.
Kepala prakiraan jangka panjang Met Office, Adam Scaife, mengatakan kepada BBC bahwa mereka memperkirakan El Nino terbesar dalam lebih dari satu abad.
Puncaknya bisa mencapai lebih dari tiga derajat, yang belum pernah tercatat dalam catatan iklim modern.
Scaife menyebut peristiwa ini sebagai 'kejadian yang belum pernah terjadi sebelumnya'. Ia mengaku belum pernah melihat sinyal El Nino sekuat ini dalam prakiraan mereka.
>>> BNI dan BookCabin Luncurkan Kartu Debit untuk Transaksi Global
Kehangatan yang tidak biasa ini, yang sudah mencapai hampir dua derajat, akan berdampak kuat di seluruh wilayah tropis.
Scaife memperingatkan potensi kekeringan parah di Amerika Selatan dan Pasifik Barat.
Suhu di wilayah tersebut saat ini sekitar 2,6 derajat Celsius di atas rata-rata 30 tahun berjalan, menurut dasbor Climate Brink.
Scaife menekankan bahwa ini bukan prakiraan cuaca jangka pendek, melainkan kondisi yang persisten dan berdampak jangka panjang. Dampaknya bisa meluas ke sistem lain, termasuk ketahanan pangan.
>>> Ciri-ciri Artis Inisial EJR yang Viral, Benarkah El Rumi?
Pola cuaca ini juga diperkirakan menyebabkan peningkatan curah hujan dan badai di Inggris sekitar bulan November.

