Polda Metro Jaya mengingatkan para orang tua untuk memperketat pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat ada aksi demonstrasi yang berpotensi ricuh.
Hal ini penting untuk mencegah anak-anak terjebak dalam situasi yang membahayakan keselamatan mereka.
>>> Polda Metro Jaya Tetapkan 45 Tersangka Kerusuhan Demo DPR, Dalami Eksploitasi Anak
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengimbau orang tua memastikan anak-anak tidak berada di lokasi penyampaian aspirasi yang berpotensi terjadi kericuhan.
"Keselamatan mereka adalah tanggung jawab kita bersama," ujar Budi dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jumat, 28 Agustus 2026.
Menurut Budi, penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak masyarakat yang dijamin peraturan.
Namun, anak-anak tetap perlu diarahkan agar tidak berada di lokasi yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Ia juga meminta orang tua tidak sekadar melarang, tetapi menjelaskan risiko berada di tengah kerusuhan.
>>> Jadwal Timnas Indonesia U-20 vs Malaysia di Kualifikasi Piala Asia U-20 2027
Dengan begitu, anak memahami pentingnya menjaga keselamatan dan tidak mudah terbawa ajakan.
"Anak-anak kita tentu memiliki masa depan yang panjang. Jangan sampai mereka berada di tempat atau situasi yang berpotensi membahayakan diri sendiri," jelas Budi.
Budi mendorong orang tua membangun komunikasi terbuka dengan anak, termasuk mengetahui aktivitas dan lingkungan pergaulan mereka.
Hal ini terutama penting saat ada rencana aksi penyampaian aspirasi.
Menurutnya, penyampaian pendapat tetap dapat dilakukan secara tertib tanpa melibatkan anak dalam situasi berisiko.
>>> Akomodasi Asian Games 2026 Aman untuk 17.000+ Atlet dan Ofisial
"Yang paling utama adalah jangan sampai mereka menjadi korban atau berada dalam situasi yang dapat membahayakan keselamatan," tutup Budi.