Korea Selatan mencatat lonjakan bersejarah dalam perjalanan domestik pada Mei lalu.
Fenomena ini didorong oleh penetapan Hari Buruh sebagai hari libur nasional resmi, yang berlaku bagi sektor publik dan swasta.
Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata melaporkan pada Kamis (11/5) bahwa jumlah pelancong domestik pada 1 Mei melonjak 55 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain itu, pengeluaran kartu kredit yang berkaitan dengan perjalanan juga meningkat 40 persen.
Perubahan status libur ini secara fundamental mengubah lanskap perjalanan negara tersebut selama periode tiga hari, dari 1 hingga 3 Mei.
Data yang dianalisis oleh kementerian, Organisasi Pariwisata Korea, dan Korea Railroad Corp. menunjukkan rata-rata 11,9 juta orang melakukan perjalanan setiap hari.
Jaringan kereta api khususnya menghadapi lonjakan permintaan yang luar biasa.
Mereka mencatat rekor tunggal harian berturut-turut dengan 576. 000 penumpang pada 1 Mei dan 577.
000 penumpang pada 2 Mei.
Meskipun Seoul tetap menjadi pusat utama negara ini, destinasi lain juga mengalami peningkatan arus wisatawan yang signifikan.
Peningkatan mobilitas ini menandai era baru dalam kebiasaan berlibur masyarakat Korea Selatan, menunjukkan potensi besar sektor pariwisata domestik ketika didukung oleh kebijakan yang tepat.
Libur Hari Buruh yang baru ditetapkan ini tidak hanya memberikan kesempatan bagi pekerja untuk beristirahat, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata.
Dampak positif ini diharapkan dapat terus berlanjut pada libur nasional mendatang.