Kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran di Tokopedia menjadi perbincangan hangat di media sosial. Beredar isu bahwa perusahaan memecat 90 persen karyawannya.
Spekulasi muncul setelah TikTok, yang kini menjadi pemegang saham terbesar Tokopedia, dikabarkan mengurangi jumlah karyawan secara signifikan. TikTok mengakuisisi 75 persen saham Tokopedia setelah merger pada 2023.
>>> ESDM Bahas Tax Holiday Proyek Baterai CATL dengan DJP di Tengah Penerapan GMT
Sejumlah warganet menduga PHK ini bertujuan mengganti pekerja Indonesia dengan tenaga kerja asal China. "Di pecat mau diganti orang China," tulis salah satu pengguna media sosial.
Tanggapan TikTok
Menanggapi rumor yang beredar, juru bicara TikTok angkat bicara. Pihaknya membenarkan adanya PHK terhadap sejumlah karyawan Tokopedia.
>>> Kemenkes: Ada Kelalaian Manajemen RS dalam Kasus Dokter Icha
Juru bicara TikTok menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari penyesuaian organisasi. Perusahaan sedang menjalankan strategi jangka panjang untuk efisiensi.
>>> Sosok Aiptu N: Oknum Polisi Polres Tegal Kota yang Diduga Aniaya Perempuan
Hingga saat ini, belum ada angka pasti mengenai jumlah karyawan yang terkena PHK. TikTok belum merinci divisi atau posisi yang terdampak.
