Pertanyaannya bukan siapa pelakunya.
Pertanyaannya adalah apa narator itu, dan jawabannya datang secara bertahap yang membuat pembaca ikut serta dalam setiap rasionalisasi.
Jeong mengatakan cerita itu terinspirasi oleh kasus nyata dari awal 1990-an di Korea, yang hanya memperkuat rasa tidak nyamannya.
Pembaca yang menyelesaikannya harus mencari tragedi awalnya "Seven Years of Darkness", yang juga tersedia dalam bahasa Inggris.
>>> Kapal Bersejarah Joseon Tongsinsa Berlayar Susuri Sejarah Maritim Korea
3. 'Cursed Bunny' karya Chung Bo-ra
Jika ada satu buku yang mewakili gelombang horor Korea saat ini di luar negeri, itulah kumpulan cerita ini, diterjemahkan oleh Anton Hur dan masuk dalam daftar pendek Penghargaan Booker Internasional 2022.
Dalam cerita judulnya, seorang kakek yang memproduksi benda terkutuk melanggar satu aturan profesinya, bahwa kutukan adalah bisnis dan tidak pernah bersifat pribadi, untuk menghancurkan perusahaan yang menghancurkan temannya.
Alat kehancurannya adalah lampu berbentuk kelinci yang menawan.
Cerita lainnya menampilkan kepala yang muncul dari toilet memanggil seorang wanita "ibu", dan tubuh yang mengkhianati pemiliknya dengan cara yang mengubah kehamilan dan nafsu makan menjadi horor tubuh.
Monster Chung jarang berupa hantu. Mereka adalah kapitalisme, patriarki, dan kekerasan biasa yang dilakukan pada tubuh perempuan, disajikan dengan ketenangan seorang fabulis.
Kumpulan cerita lanjutannya "Your Utopia" dan novel 2025-nya "Midnight Timetable", yang berlatar di fasilitas penyimpanan benda terkutuk, melanjutkan proyek ini.
4. 'Lemon' karya Kwon Yeo-sun
Buku paling tipis dalam daftar ini mungkin akan bertahan paling lama.
Pada musim panas 2002, saat negara bergemuruh merayakan Piala Dunia, seorang gadis berusia 19 tahun bernama Haeon ditemukan tewas dibunuh.
Pers menyebutnya Pembunuhan Cantik SMA. Ada dua tersangka dan tidak ada vonis.
