"Kami tidak ingin melihat negara mana pun—China, Amerika, siapa pun—menguji rudal balistik antarbenua di kawasan Kepulauan Pasifik.
>>> Kemendagri Koordinasikan Usulan BSPS dari Daerah untuk Percepat Program Perumahan
Itulah intinya. Jadilah teman kami, tapi jangan ancam kami," tegas Wale.
Solomon Islands dinilai analis memiliki hubungan paling dekat dengan Beijing di antara negara-negara Pasifik setelah menandatangani pakta keamanan dengan China pada 2022.
Kesepakatan itu memicu kekhawatiran dari AS dan meningkatkan upaya diplomatik Australia di kawasan.
Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Nasional Taiwan, Joseph Wu, mengunggah gambar di media sosial yang menunjukkan rudal terbang di atas Filipina dan mendarat di antara Tonga dan Nauru, sekitar 1.000 km dari Solomon Islands.
"China baru saja membuktikan dirinya sebagai pengganggu di kawasan," tulis Wu.
China jarang menembakkan rudal jarak jauh ke laut. Uji coba rudal balistik antarbenua terakhir China dilakukan pada 2024.
Percepatan Perjanjian Komprehensif
Albanese dan Wale sepakat untuk melanjutkan negosiasi perjanjian komprehensif baru di tengah serangkaian pengumuman strategis baru-baru ini.
Australia menandatangani pakta dengan Fiji pada Senin dan Vanuatu bulan lalu.
Albanese mengatakan Australia ingin mempercepat negosiasi sesegera mungkin, dan menargetkan perjanjian komprehensif serta pengaturan dengan Solomon Islands.
"Kami menginginkan kualitas, bukan dengan tergesa-gesa, tetapi kami telah melakukan diskusi yang sangat konstruktif," ujarnya.
>>> Korupsi Batu Bara PLTU Diduga Picu Pemadaman, Negara Rugi Rp5 T
Wale, dalam kunjungan resmi ke Australia bulan lalu, mengatakan akan meninjau kembali pakta keamanan dengan China.
