unique visitors counter
⌂ Beranda Lifestyle Panduan Keselamatan Air untuk Anak: Renang Bertahan, Jaket Pelampung, dan Pengawasan

Panduan Keselamatan Air untuk Anak: Renang Bertahan, Jaket Pelampung, dan Pengawasan

Panduan Keselamatan Air untuk Anak: Renang Bertahan, Jaket Pelampung, dan Pengawasan
Ilustrasi: Panduan Keselamatan Air untuk Anak: Renang Bertahan, Jaket Pelampung, dan Pengawasan
A A Ukuran Teks16px

Balita dan perenang yang belum berpengalaman harus bermain dalam jangkauan lengan orang dewasa.

Kedua, pengasuh harus melengkapi anak dengan jaket pelampung bersertifikat yang sesuai dengan berat badan mereka.

Tali selangkangan harus dikencangkan dengan kuat untuk mencegah jaket naik ke atas dagu anak.

Orang dewasa tidak boleh percaya begitu saja pada pelampung lengan yang bisa ditiup atau cincin renang plastik, karena itu hanya mainan air yang mudah terbalik atau kempis.

Ketiga, orang dewasa harus mengajari anak teknik renang bertahan (survival swimming) untuk membantu mereka tetap mengapung hingga penyelamat tiba.

Anak-anak harus belajar menggulung tubuh di air untuk menjaga panas tubuh dalam waktu lama.

in2

>>> Korea Targetkan 3 Juta Pendaki Asing Lewat Dorongan Agresif 'K-Trekking'

Cara paling efektif melindungi anak adalah memastikan mereka mengikuti pelajaran renang terstruktur.

Teknik Mengapung dan Kesalahpahaman Umum

Untuk melakukan back float, anak harus rileks, berbaring rata di air, dan mempertahankan daya apung dengan menjaga udara di paru-paru.

Fisika memainkan peran penting.

Air laut dengan berat jenis sekitar 1,025 lebih mudah untuk mengapung dibandingkan air tawar yang berat jenisnya 1,0.

Bahkan di kolam air tawar, mengambil napas penuh mengurangi berat jenis tubuh menjadi 0,97, membuatnya lebih ringan dari air.

Untuk menghindari tenggelam, perenang harus menjaga paru-paru terisi udara 70 hingga 80 persen.

Menghirup memperluas dada, yang meningkatkan daya apung. Teknik pernapasan yang tepat sangat penting bagi pemula.

Tenggelam yang sebenarnya sering terjadi secara diam-diam.

Saat anak jatuh ke air, mereka secara naluriah hanya fokus pada pernapasan, sehingga tidak bisa berteriak atau melambai minta tolong.

Mereka mungkin tampak tenang, seperti berenang atau bermain normal, sehingga pengasuh harus waspada setiap saat.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru
stikibot