Film fiksi ilmiah dystopian terbaru berjudul "The Fin" menghadirkan gambaran suram tentang Semenanjung Korea pasca-penyatuan yang dilanda kerusakan lingkungan dan perpecahan sosial.
Disutradarai oleh Park Sye-young, film ini berfokus pada perjuangan kelompok Omega, yaitu mutan bersirip dan berkaki tiga yang menghadapi diskriminasi berat serta eksploitasi tenaga kerja oleh populasi manusia.
>>> Film Free Willy Dapat Reboot, Digarap Rumah Produksi Russo Brothers
Park mengungkapkan bahwa inspirasi film ini berasal dari refleksinya terhadap diskriminasi historis dan isu sosial modern.
"Saya mendapatkan ide tentang Omega saat memikirkan bagaimana orang-orang terpinggirkan di masyarakat Korea menghadapi diskriminasi dan bagaimana mereka diubah oleh propaganda pemerintah serta pencucian citra," kata Park dalam konferensi pers, Jumat.
Ia menambahkan bahwa proyek ini merupakan tantangan besar, di mana tim kecil mengerahkan segalanya selama empat tahun.
"Saya pikir upaya dan keringat yang intens itu bisa dirasakan dalam film," ujarnya.
Sinopsis dan Karakter
Film ini berpusat pada seorang Omega tanpa nama yang diperankan oleh Goh Woo.
Ia melarikan diri dari tugas kerja paksa di Koloni Timur 114, sehingga menarik perhatian Su-jin (Kim Pu-reum), seorang pejabat pemerintah yang bertugas melacak individu abnormal.
Pengejaran tersebut membawa mereka ke pusat pemancingan dalam ruangan, di mana mereka bertemu dengan seorang karyawan misterius bernama Mia (Yeon Ye-ji) yang menyimpan rahasia penting.
Para aktor mengaku tertarik pada visi unik dan gelap film ini.
>>> Google Ubah Aturan: Data Cadangan Android Makin Cepat Penuhkan Kuota
Goh Woo mengatakan, "Pandangan dunia film ini sangat menarik dan memberi saya kesempatan untuk mengeksplorasi spesies selain manusia secara mendalam."
Kim Pu-reum menggambarkan karakternya sebagai birokrat muda yang berada di antara tugas dan moral.
