Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Herman Saheruddin menyatakan bahwa indikator likuiditas perbankan tidak terbatas pada uang primer atau base money (M0).
Pernyataan ini muncul sebagai respons terhadap perbedaan pandangan antara otoritas fiskal dan moneter mengenai kondisi likuiditas perbankan nasional.
Herman menganalogikan pemantauan likuiditas seperti mengemudikan kendaraan yang memerlukan berbagai instrumen pengukuran.
"Masalah indikator itu banyak, kita tidak bisa pakai satu indikator saja. Gini saja deh, kalau kalian menyetir mobil, bayangkan kalau cuma ada satu indikator, gimana?
Nabrak lah kita. Kita melihatnya kan banyak, ibarat kokpit," ujarnya di Kompleks Parlemen, Senin (20/7/2026).
Meski demikian, Herman membenarkan bahwa M0 merupakan salah satu parameter paling krusial dan mudah dipantau untuk mengukur ketersediaan dana di sistem perekonomian.