Di pesisir barat Korea yang berangin, terdapat sebuah kebun raya unik yang telah membuktikan selama lebih dari setengah abad bahwa cara terbaik untuk menumbuhkan hutan adalah dengan membiarkannya sepenuhnya sendiri.
Didirikan pada 1970, Chollipo Arboretum merupakan kebun raya swasta pertama di Korea.
>>> Pulau Kapal Geoje Andalkan Idola Kampung Halaman untuk Pariwisata
Tempat ini didirikan oleh Carl Ferris Miller, mantan perwira Angkatan Laut AS yang menjadi warga negara Korea dengan nama Min Pyong-gal.
Miller meninggal pada 2002, tetapi filosofi dasarnya tetap dipertahankan secara ketat di arboretum, di mana intervensi manusia dijaga seminimal mungkin.
Awalnya, kebun ini ditanam di garis pantai berpasir yang tandus dan terus-menerus diterpa angin pantai yang keras serta udara laut yang asin.
Alih-alih melawan elemen-elemen ini, arboretum membiarkan lingkungan membentuk lanskap secara alami.
Kebijakan Tanpa Pemangkasan Buatan
Yang membuat tempat ini menjadi keajaiban ekologis adalah kebijakan radikalnya terhadap pemangkasan buatan.
Di kawasan yang kebun tradisionalnya sering menampilkan pagar tanaman yang dipahat dengan cermat dan pohon yang seimbang secara geometris, Chollipo melarang keras pembentukan flora.
Selama beberapa dekade, misi pribadi Miller telah berkembang melalui pertukaran benih internasional dan konservasi yang penuh semangat menjadi salah satu surga botani paling beragam di Asia.
Chollipo telah mengabdikan diri untuk mengumpulkan dan melestarikan spesies langka, terancam punah, dan endemik.
Dengan luas 600.000 meter persegi — setara dengan lebih dari 80 lapangan sepak bola internasional — arboretum ini telah tumbuh menjadi pusat ekologi yang terkenal di dunia.
Di dalam suaka laut yang luas ini, alam diizinkan untuk mengkurasi dirinya sendiri, menghasilkan koleksi hidup yang menakjubkan dengan lebih dari 16.800 jenis tanaman yang berbeda.

