Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengalokasikan anggaran sebesar Rp48,1 miliar untuk merenovasi SDN Kebayoran Lama Selatan 09.
Sekolah tersebut termasuk dalam empat sekolah yang diprioritaskan tahun ini karena tingkat kerusakannya paling mengkhawatirkan.
>>> IHSG Ditutup Melemah 1,88% ke 6.196, Saham BMRI dan AMMN Jadi Pemberat
"Kemarin dalam rapat saya memutuskan ada empat yang saya minta untuk dibangun sekarang juga. Di antaranya adalah tempat ini.
Kenapa harus dibangun sekarang juga? Karena memang kondisinya sudah sangat memprihatinkan," kata Pramono di lokasi, Jumat, 24 Juli 2026.
Pramono menjelaskan, ada 22 sekolah yang direncanakan direnovasi pada 2026.
Namun, akibat pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH) dan efisiensi anggaran pusat, hanya tujuh sekolah yang memiliki alokasi anggaran.
Setelah laporan kondisi SDN Kebayoran Lama Selatan 09 muncul, Pemprov Jakarta memutuskan menambah empat sekolah ke daftar prioritas.
Total menjadi 11 sekolah yang akan ditangani tahun ini.
>>> Jaksa Agung: Kasus Febrie Adriansyah Ditangani Jamwas dan Tim 9
Empat Sekolah Prioritas
Keempat sekolah yang diprioritaskan adalah SDN Kebayoran Lama Selatan 09 (Rp48,1 miliar), SMAN 102 Jakarta (Rp67,5 miliar), SDN Cempaka Putih Barat 03 (Rp48,4 miliar), serta SDN Papanggo 01 dan TKN Papanggo 01 (Rp74,1 miliar).
Total anggaran yang disiapkan sekitar Rp249 miliar.
"Rehab ini akan dimulai paling lama September. Jadi Agustus persiapan penghapusbukuan, menunjuk kontraktor, dan September sudah harus mulai dibangun," ujar Pramono.
Ia menegaskan proses pembangunan akan diawasi Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (Citata) serta Dinas Bina Marga secara ketat.
Tim teknis juga akan dibentuk untuk memastikan proyek berjalan sesuai standar.
>>> Meta Free Fire 2026 Berubah! Ini Daftar Karakter yang Masih Sulit Ditumbangkan
"Saya minta yang ditunjuk untuk membangun adalah orang yang profesional. Kami akan mem-BKO-kan Citata, Bina Marga, dan lainnya untuk mengawasi langsung," pungkasnya.
