Mereka mengklaim memiliki data pengeluaran rutin mencapai ratusan juta rupiah per bulan untuk anak-anak dalam periode 2024 hingga awal 2026, yang di dalamnya termasuk cicilan dan pemakaian kartu kredit tersebut.
"Beberapa bulan terakhir di tahun 2026 ini dibesar-besarkan, tapi dia lupa sebelum 2026, dari 2024 ke 2026 ada uang Rp200 jutaan lebih kurang setiap bulan, kartu kredit juga ada, tapi ketika diminta perinciannya untuk apa saja tidak mau disampaikan," kata Minola.
Sementara itu, saat menghadiri agenda mediasi gugatan hak asuh anak pada 22 Juli di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pihak Sarwendah mengaku tak ingin lagi dikaitkan dengan persoalan nafkah anak bersama mantan suaminya.
Selama enam bulan terakhir, mereka menyatakan seluruh kebutuhan anak disebut telah dipenuhi secara mandiri oleh Sarwendah.
"Klien kami juga sudah clear dari awal Januari sampai sekarang biaya nafkahnya untuk anak semua sudah ditanggung oleh klien kami sendiri," kata kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu.
"Mulai ke depan juga ya klien kami tidak lagi mau disangkutpautkan terkait bahwa klien kami meminta nafkah kepada mantan suaminya," lanjutnya.
"Itu biar nanti urusan mantan suami dengan anaknya langsung saja, sehingga tidak dipelintir lagi bahwa klien kami ini masih mengejar-ngejar soal nafkah untuk kepentingan klien kami," kata Chris Sam Siwu.
Pihaknya menegaskan, ke depan urusan nafkah diharapkan dapat langsung dilakukan antara sang ayah dan anak-anak, misalnya melalui rekening atas nama masing-masing anak.
Di tengah polemik soal rumah hingga nafkah, Ruben Onsu dan Sarwendah kini menjalani proses gugatan hak asuh anak.
>>> Sinopsis Angel Has Fallen, Bioskop Trans TV 28 Juli 2026
Keduanya menjalani agenda mediasi kedua pada 6 Agustus. Agenda mediasi dijadwalkan berlangsung maksimal 30 hari.
