Jakarta – Kebijakan bea masuk impor gas minyak cair (LPG) untuk bahan baku petrokimia menjadi 0% dinilai tidak serta-merta menurunkan harga plastik di pasar.
Peneliti Center of Reform on Economics (Cora) Yusuf Rendy Manilet mengungkapkan, pemangkasan tarif tersebut hanya menekan biaya produksi plastik sekitar 3%.
>>> Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Sita Dokumen TPPU
Menurut Yusuf, manfaat terbesar dari keputusan ini tidak akan langsung dirasakan konsumen hilir dalam bentuk penurunan harga produk akhir.
“Walaupun feedstock menyumbang sekitar 60% hingga 75% dari biaya produksi petrokimia, dampaknya terhadap total biaya produksi hanya sekitar 3%.
Untuk produk hilir belum terlalu terasa [penurunan harga],” ungkap Yusuf kepada Bloomberg Technoz, Sabtu (1/8/2026).
>>> PLTS 100 GW Tak Ada di RUKN, Dasar Hukum Dinilai Belum Jelas
Selain itu, harga produk plastik seperti polietilena dan polipropilena mengikuti harga pasar internasional.
Produsen domestik pada dasarnya tidak memiliki keleluasaan untuk menentukan harga sendiri.
>>> Transformasi Digital bank bjb Raih Penghargaan Nasional, Layanan Nasabah Semakin Berkualitas
“Dalam kondisi seperti ini, penghematan biaya lebih mungkin memperbaiki margin dan daya saing perusahaan alih-alih diteruskan menjadi penurunan harga jual,” tambahnya.

