Sejumlah dokter spesialis jantung menegaskan bahwa olahraga lari maupun badminton bukan penyebab serangan jantung atau henti jantung mendadak.
Keduanya justru merupakan aktivitas fisik yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung jika dilakukan secara rutin, bertahap, dan sesuai kemampuan.
>>> Paus Leo XIV akan Kunjungi Uruguay, Argentina, dan Peru pada November
Pernyataan ini muncul setelah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyampaikan bahwa tren henti jantung saat berolahraga kini banyak terjadi pada kelompok usia di atas 35 tahun, terutama ketika sedang berlari atau bermain badminton.
Dokter Spesialis Jantung Vito Damay menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu takut untuk berolahraga.
Aktivitas fisik justru terbukti menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.
>>> Malaysia Tak Akan Pulangkan Pengungsi Myanmar Jika Nyawa Terancam
"Perlu diluruskan bahwa lari dan badminton pada dasarnya tidak menyebabkan penyakit jantung.
Olahraga yang dilakukan secara rutin dan sesuai kemampuan justru menurunkan risiko serangan jantung, stroke, diabetes, dan tekanan darah tinggi," kata Vito kepada Bloomberg Technoz, Rabu (04/08/2026).
>>> Dokter Ingatkan Risiko Olahraga Berat di Usia 35 Tahun ke Atas
Menurutnya, aktivitas berintensitas tinggi memang dapat menjadi pemicu serangan pada seseorang yang sebenarnya sudah memiliki penyakit jantung atau faktor risiko yang belum terdeteksi.
