Undang-Undang Perlindungan Privasi Anak Online (COPPA) melarang Meta meminta data pribadi anak atau melacak mereka secara pasif, bahkan untuk tujuan verifikasi usia.
Pengadilan juga mencatat bahwa memerintahkan verifikasi usia hanya untuk Meta dan tidak untuk perusahaan media sosial lain akan dianggap tidak adil dan merugikan perusahaan.
>>> Tersangka Mutilasi Depok Diduga Anggota Komunitas Gay, Motif Masih Diselidiki
Sebagai gantinya, Meta diperintahkan untuk terus meningkatkan alat jaminan usia di New Mexico, termasuk menggunakan kecerdasan buatan untuk menentukan usia berdasarkan sinyal seperti teman dan konten yang diunggah.
Meta juga harus mengembangkan model prediksi usia khusus untuk anak di bawah 13 tahun dalam dua tahun ke depan.
Selain itu, Meta diminta meminta bukti usia bagi pengguna Instagram dan Facebook di New Mexico yang diperkirakan berusia di bawah 13 tahun.
Jika Meta menentukan pengguna berusia di bawah 13 tahun, atau di bawah 18 tahun tanpa bisa memperkirakan usia spesifik, perusahaan harus memperlakukan pengguna tersebut sebagai anak di bawah umur sampai verifikasi usia dilakukan.
Meta juga harus bekerja sama dengan sekolah atau organisasi perlindungan anak untuk membuat portal pelaporan bagi staf sekolah.
Perusahaan juga diwajibkan menghapus informasi pribadi yang telah dikumpulkan dari pengguna di bawah 13 tahun. Meta harus melaporkan kemajuan kepatuhannya dua kali setahun.
Meta Hadapi Gelombang Tuntutan Hukum
Meta juga bersiap menghadapi persidangan bulan ini di pengadilan federal Oakland, California.
Dalam kasus tersebut, Meta akan berhadapan dengan empat dari 29 negara bagian yang menggugatnya dalam gugatan multi-distrik federal yang diajukan pada 2023.
Gugatan itu menuduh Meta dengan sengaja merancang fitur Instagram dan Facebook yang membuat anak-anak kecanduan, sehingga berkontribusi pada krisis kesehatan mental remaja.
