unique visitors counter
⌂ Beranda News Prancis Siaga Gelombang Panas Kelima, Eropa Barat Catat Rekor Suhu

Prancis Siaga Gelombang Panas Kelima, Eropa Barat Catat Rekor Suhu

Prancis Siaga Gelombang Panas Kelima, Eropa Barat Catat Rekor Suhu
Ilustrasi: Prancis Siaga Gelombang Panas Kelima, Eropa Barat Catat Rekor Suhu
A A Ukuran Teks16px

Prancis bersiap menghadapi gelombang panas kelima musim ini, menambah rentetan cuaca panas ekstrem yang berulang kali melanda negara itu sejak Mei.

Badan cuaca nasional Météo-France mengeluarkan peringatan suhu mendekati 40 derajat Celsius mulai Selasa di wilayah tenggara Prancis.

>>> Unitree dan Perlombaan Perusahaan Robot Humanoid China untuk Melantai di Bursa

Di seluruh Eropa, panas ekstrem yang dimulai pada Mei telah memicu kebakaran hutan besar, kekeringan berkepanjangan, dan rekor suhu nasional baru, serta ribuan kematian terkait panas.

Secara global, tahun ini merupakan tahun terpanas ketiga, di belakang 2024 dan 2025, menurut statistik iklim. Namun 2026 masih punya waktu untuk mengejar.

Para ilmuwan mengatakan, kombinasi pemanasan global akibat ulah manusia dan El Niño yang kuat meningkatkan kemungkinan 2026 menjadi tahun terpanas yang pernah tercatat.

Rekor Suhu Laut dan Udara

Bulan lalu mencatat suhu permukaan laut rata-rata tertinggi untuk Juli di lautan ekstrakutub, menurut badan iklim Eropa Copernicus.

Rekor baru rata-rata Juli adalah 20,96 derajat Celsius, mengalahkan rekor 2023 sebesar 20,89 derajat Celsius.

Sementara itu, suhu udara permukaan rata-rata global pada Juli mencapai 16,90 derajat Celsius, menjadikannya Juli terpanas kedua bersama Juli 2024.

Di Eropa Barat, rekor suhu rata-rata untuk periode Juni-Juli mencapai 21,62 derajat Celsius, memecahkan rekor 2022.

Samantha Burgess, pimpinan strategis iklim di Pusat Prakiraan Cuaca Jarak Menengah Eropa, menjelaskan bahwa sistem tekanan tinggi yang persisten memerangkap panas di Eropa Barat, dan suhu ekstrem juga memperparah kekeringan.

"Saat tanah mengering, mereka kehilangan kemampuan untuk memberikan pendinginan alami, sehingga panas menumpuk lebih mudah," katanya.

>>> 350 Lapak di Pasar Cisalak Depok Dibongkar Satpol PP, Ini Alasannya

D
Tim Redaksi
Penulis: Dwi Andini
📰 Update Terbaru
stikibot