unique visitors counter
⌂ Beranda Lifestyle Sebelum 'The Odyssey', Hong Eun-young Membantu Generasi Korea Menikmati Mitologi

Sebelum 'The Odyssey', Hong Eun-young Membantu Generasi Korea Menikmati Mitologi

Sebelum 'The Odyssey', Hong Eun-young Membantu Generasi Korea Menikmati Mitologi
Ilustrasi: Sebelum 'The Odyssey', Hong Eun-young Membantu Generasi Korea Menikmati Mitologi
A A Ukuran Teks16px

Seri ini memenangkan Today's Korean Comics Award dari kementerian kebudayaan pada tahun 2002.

Bagi banyak orang Korea yang lahir pada 1990-an, dewa-dewi Yunani tidak terpisahkan dari interpretasi visual Hong: Athena dengan rambut cokelat kastanye, Psyche dalam gaun oranye, Hades dengan rambut keriting biru tua, dan Artemis dengan sanggul kembar yang khas.

Gambarannya dicirikan oleh sosok pria berotot, karakter wanita glamor, serta kostum dan gaya rambut rumit yang membuat setiap dewa mudah dikenali.

Gayanya bukan realisme konvensional; pria sering digambar dengan fisik bidang bahu yang berlebihan, sementara wanita memiliki sosok pinggang ramping yang ideal—namun pembaca mengatakan bahwa Hong membuat setiap karakter terasa berbeda.

"Desain karakternya luar biasa karena dia membedakan setiap orang bahkan dalam batasan itu," kata Kim Seul-gi, 34, yang menyebut Hong sebagai "Homer-nya Korea" dan meniru ilustrasinya saat kecil.

"Semua pria memiliki otot besar dan wanita memiliki tipe tubuh yang mirip, tetapi Anda bisa membedakan setiap karakter.

Mereka semua berkesan."

Bagi Kim, pentingnya Hong melampaui nostalgia. "Bagi anak-anak generasi saya, dia membuat mitologi Yunani dan Romawi terasa seperti bahasa budaya bersama."

>>> Jejak Hutan Menggeser Pantai sebagai Daya Tarik Wisata Pulau di Korea

Bahasa itu melampaui buku. Popularitas komik ini membantu mendorong serial animasi SBS 2002 "Olympus Guardian," yang tayang sebanyak 39 episode.

Soundtrack-nya, yang dirilis pada April 2003, menyertakan lagu utama oleh boy band K-pop populer g. o.

d.

Kesuksesan ini juga membantu membangun citra mitologi Yunani yang bertahan lama di Korea—yang mudah diakses, dramatis, dan sangat hidup untuk seri edukatif.

Kisah-kisahnya tidak menghindari konflik atau kekerasan, memperlakukan mitos bukan sebagai pengetahuan klasik yang jauh, melainkan sebagai kisah keluarga, persaingan, dan hasrat yang sarat emosi.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru
stikibot