Tiga eksekutif Partai Demokrat Liberal (LDP) berdoa bersama di kuil dan membawa persembahan atas nama Takaichi, yang dianggap sebagai upaya untuk menarik dukungan pendukung sayap kanan.
>>> BMKG: Gempa M 7,7 di NTT Dipicu Sesar Naik Busur Belakang Flores
Sekretaris Jenderal partai Shunichi Suzuki mengatakan ia berdoa dengan memikirkan perasaan PM untuk arwah para gugur dan membawa persembahan uang Takaichi sebagai ketua partai.
Takaichi, yang belum pernah mengunjungi kuil sejak menjabat, telah mengirim persembahan dua kali untuk festival setengah tahunan kuil tersebut.
Keputusan untuk tidak hadir muncul setelah ketegangan Jepang-China meningkat pada November lalu ketika Takaichi menyebut serangan China ke Taiwan bisa menjadi 'situasi yang mengancam kelangsungan hidup' Jepang.
Sebelumnya, Takaichi telah berulang kali mengatakan akan berdoa di kuil pada 15 Agustus meskipun kontroversial.
Namun, media Jepang melaporkan ia memilih tidak berkunjung untuk menjaga hubungan dengan Beijing dan Seoul.
Takaichi dikenal menolak mengakui agresi dan kekejaman perang Jepang, serta menyangkal paksaan terhadap pekerja Korea dan 'wanita penghibur'.
Ia juga pernah terlibat kampanye menghapus referensi perbudakan seksual dari buku teks.
Ia mengaku berasal dari generasi pascaperang yang tidak bertanggung jawab atas tindakan masa lalu Jepang dan tidak berniat meminta maaf.
>>> Profesor Cambridge yang Hadapi Tuduhan Plagiarisme Ditemukan Meninggal
Sejak 2013, perdana menteri Jepang berhenti meminta maaf kepada korban Asia, mengikuti preseden yang dibuat oleh Shinzo Abe, yang dianggap sebagai mentor Takaichi.
