Nama Kartini Manoppo kembali menjadi perbincangan karena kisah hidupnya yang bersinggungan dengan Presiden pertama RI, Soekarno, serta hubungannya dengan aktris Amanda Manopo.
Kartini dikenal sebagai pramugari Garuda Indonesia dan model asal Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.
>>> Hajat Lembur di Lembang: Wujud Syukur HUT RI dan Pelestarian Budaya
Ia lahir pada 19 Maret 1931 dan meninggal di Jakarta pada 14 April 1990 dalam usia 59 tahun.
Pertemuan Kartini dengan Soekarno terjadi pada 1958.
Saat itu, Bung Karno menggunakan penerbangan Garuda menuju Jawa Timur dan Kartini menjadi salah satu pramugari dalam penerbangan tersebut.
Dalam wawancara lama, Kartini mengingat pertemuan itu sebagai sesuatu yang awalnya biasa saja. “Tidak ada kesan istimewa,” katanya dalam wawancara yang dimuat Majalah Info pada 1978.
>>> Jamuan Rakyat di Tanah Abang: Ribuan Warga Antre Sembako dan Cek Kesehatan
Kisah mereka berkembang setelah Soekarno melihat lukisan Basoeki Abdullah yang menggunakan Kartini sebagai model. Lukisan tersebut menarik perhatian Soekarno dan menjadi titik penting dalam hubungan keduanya.
Penyebab Kematian Kartini Manoppo
Pertanyaan yang sering muncul adalah Kartini Manoppo meninggal karena sakit apa. Jawabannya perlu disampaikan hati-hati karena belum ditemukan sumber sejarah kredibel yang menyebut secara spesifik penyakit penyebab kematiannya.
Sejumlah catatan biografi menyebut Kartini sempat mengalami gangguan kesehatan dan sering sakit setelah tidak lagi menjadi pramugari. Ia juga pernah menjalani pengobatan di Jerman selama beberapa waktu.
Namun, riwayat tersebut tidak otomatis dapat dianggap sebagai penyebab kematiannya pada 1990. Menyebut penyakit tertentu tanpa dokumen medis atau sumber sejarah yang kuat justru berisiko menyesatkan.
>>> Profil Sony Music Indonesia, Perusahaan Rekaman yang Digugat Ardhito Pramono
Catatan yang tersedia menyebut Kartini meninggal di Jakarta pada 14 April 1990. Ia kemudian dimakamkan di Kotamobagu, Sulawesi Utara.

