unique visitors counter
⌂ Beranda Hiburan Tiket 'The Odyssey' di Korea Dijual Rp1,4 Juta, Calo Marak
Hiburan

Tiket 'The Odyssey' di Korea Dijual Rp1,4 Juta, Calo Marak

Tiket 'The Odyssey' di Korea Dijual Rp1,4 Juta, Calo Marak
Tiket 'The Odyssey' di Korea Dijual Rp 1,4 Juta, Calo Marak
A A Ukuran Teks16px

Film terbaru Christopher Nolan, "The Odyssey," memicu praktik calo tiket yang parah di Korea Selatan.

Korean Film Council, lembaga film pemerintah, mulai mengumpulkan laporan dari publik tentang penjualan ilegal.

>>> Sandra Bullock Ungkap Alasan Rahasiakan Penyakit ALS Bryan Randall

"The Odyssey" menjadi film pertama yang seluruhnya syuting menggunakan kamera film IMAX.

Namun, Korea tidak memiliki bioskop dengan proyeksi film 70-mm untuk menampilkan film dalam rasio aspek 1.43:1 penuh.

Bioskop terdekat yang mampu menayangkan format tersebut adalah CGV di Stasiun Yongsan, Seoul. Hal ini membuat tiketnya menjadi salah satu yang paling diburu di negara itu.

Saat penjualan tiket dibuka pada 5 Agustus, situs web dan aplikasi seluler CGV mengalami perlambatan parah akibat lalu lintas yang besar.

Dua pemutaran pertama pada hari pembukaan terjual habis dalam hitungan menit, kecuali kursi yang dapat diakses kursi roda dan kursi baris depan.

Lonjakan permintaan kemudian beralih ke pasar barang bekas online.

Di platform seperti Bunjang dan Karrot Market, tiket yang awalnya dihargai antara 17.000 won dan 21.000 won muncul dengan harga hampir 100.000 won ($72).

Pada Kamis, daftar di Karrot Market menunjukkan sepasang kursi bersebelahan di bioskop CGV Yongsan dijual kembali seharga 190.000 won, sementara tiket tunggal dijual hingga 95.000 won masing-masing.

Praktik calo tiket untuk film ini juga muncul secara global. Di New York, sepasang tiket seharga $33 dijual kembali hingga $999 di platform sekunder, menurut laporan lokal.

Dengan hanya 25 bioskop IMAX 70-mm asli di Amerika Serikat, kelangkaan dan calo serupa juga dilaporkan.

>>> Kerambit Indonesia Jadi Sorotan di Episode Baru Reacher Season 4

📰 Update Terbaru