Saat promosi drama barunya, Ha Young membanggakan latar belakang keluarganya yang berprofesi sebagai dokter selama empat generasi, serta menyebut kakek buyutnya sebagai dokter lulusan Jepang pertama yang merawat Kaisar Gojong.
Klaim itu memicu reaksi keras publik dan berujung pada terbongkarnya detail rekam jejak sejarah kakek buyut aktris bernama lengkap Ahn Ha-young itu.
Terkait rencana perampasan aset, mantan Kepala Independence Hall of Korea Lee Jun-sik menilai komisi baru yang dijadwalkan beroperasi mulai 3 Desember berpeluang besar membahas status aset keluarga Ha Young.
Meski demikian, Lee mengakui pembuktian serta penyitaan fisik tanah era kolonial tidak akan mudah karena waktu telah berlalu lebih dari 80 tahun.
"Belum bisa dipastikan seberapa besar properti yang dapat disita oleh komisi periode kedua ini, termasuk dalam kasus yang melibatkan Ha Young.
>>> Ruben Onsu Kumpulkan Bukti untuk Bantah Tuduhan Penipuan Rp3,5 Miliar
Begitu komisi diluncurkan, masalah ini akan dibahas dan diputuskan di sana," kata Lee.
Ia menjelaskan bahwa sebagian besar aset milik kolaborator di masa lalu telah berpindah tangan melalui reformasi lahan pascakemerdekaan 1948 maupun transaksi jual beli umum.
Kondisi ini membagi proses hukum menjadi dua jalur: penyitaan langsung bagi aset yang masih dikuasai keturunan, dan gugatan ganti rugi atas keuntungan tidak sah jika tanah telah dijual ke pihak ketiga.
Skema pengembalian keuntungan juga terbentur pada perhitungan nilai aset.
Lee mencontohkan tanah yang puluhan tahun lalu dijual seharga 50 juta won mungkin kini nilainya melonjak menjadi 5 miliar won.
Namun peradilan umumnya hanya akan memerintahkan pengembalian sebesar nilai transaksi awal.
Dari sudut pandang hukum, praktisi hukum Son Soo-ho menilai penyitaan aset merupakan langkah dilematis karena membenturkan prinsip keadilan sejarah dengan kepastian hak milik sipil.